Jumat, 27 Maret 2015
Ali Nusantara ART: Pasar Tradisional Lombok
Ali Nusantara ART: Pasar Tradisional Lombok: Pasar Tradisional - oil on canvas - 120 x 100 cm - 2013 “Inilah Keseharianku, Kedamaianku, Akankah Bisa Jadi Kedamaianmu...
Lombok Modern Art
Lombok Paradise –
Acrilic pada Canvas – 130x120 cm – 2013
“Tut Wuri Handayani” memberikan dorongan
dari belakang, merupakan semboyan pendidikan yang digagas Guru Besar Ki Hadjar
Dewantara, yang ditulis di Blencong (penerang pewayangan), berbicara pendidikan
yang merupakan pondasi dari terbentuknya nilai yang dicita-citakan bangsa,
seharusnya bermula dari pendidikan moral, pengenalan budaya, guna menjadi
filter dalam menghadapi globalisasi sekarang ini. Meskipun demikian banyak
sekali masyarakat khususnya pemuda yang seharusnya mewarisi peninggalan nenek
moyang kita justru tidak mau tau tentang hal itu. Saya bermaksud
memvisualisasikan tokoh perempuan dengan baju adat Pulau Lombok dengan maksud
supaya pemuda melihat kecantikan seorang perempuan dengan pakaian adat. Dengan
itu pemuda faham dengan melakukan hal sekecil apapun di Negeri ini akan
memberikan dampak yang besar nantinya, karena Soekarno pernah berkata, “beri
saya sepuluh pemuda, maka aku akan mengguncangkan dunia”.
Pasar Tradisional Lombok
Pasar Tradisional - oil on canvas - 120
x 100 cm - 2013
“Inilah Keseharianku, Kedamaianku,
Akankah Bisa Jadi Kedamaianmu Juga, heheheh. Happy All”
Dalam
karya ini saya mencoba untuk mewujudkan nalar saya tentang nilai-nilai kearifan lokal. Saya berangkat dari tradisi yang saya anggap satu masalah yang sering sekali mendapat
sorotan, bahwa tradisi akan mewakili nilai dari suatu bangsa yang besar.karena
Indonesia memiliki etnik, bahasa, dan budaya.
Pasar
tradisional menurut saya adalah surga, karna saya terlahir di kampung dekat
pasar, waktu saya masih kecil, kerap kali saya dan ibu saya berbelanja di pasar
itu, melihat hiruk pikuknya keseharian yang dimana disekeliling saya terlihat
orang-orang yang berjuang untuk mencari apa yang disebut kemuliaan, dan masyarakat yg mandiri. Mungkin bagi sebagian orang pasar cuma tempat
berbelanja, jualan, atau hanya tempat sementara mencari kebutuhan pokok, tapi
buat saya pasar adalah tempat silaturrahim, saling kenal satu sama lain, antara
pedagang satu dengan pedagang lain, antara pembeli satu dengan yang lain,
sungguh tempat yang paling mulia.
Langganan:
Komentar (Atom)

