Post Modernisasi membuat belakangan ini Pasar tradisional Lombok menjadi tranding topik baik di media sosial maupun surat kabar, dikarenakan demi menyambut pulau Lombok yang mendapatkan urutan kelima untuk kategori pulau yang menjadi tujuan wisata membuat Pemerintah Daerah merenkvasi beberapa Pasar Tradisional yang dianggap memiliki nilai jual bahkan diperkirakan akan dikunjungi sebai tempat membeli sovenir khas pulau Lombok bahkan kuliner Lombok.
Keberadaan Padar Tradisional Lombok juga memberikan gambaran tentang kearipan lokal masyarakat (suku sasak) yang menetap di gumi Sasak. Dimana di sini masyarakat mengedepankan nilai kegotong royongan dan sistem among guna meringankan beban sesama, hal ini tentunya akan menjadi nilai lebih dan tentunya sikap yang perlu sekali kita berikan spresiasi kepada masyarakat tentunya. Karena dengan demikian para wisatawan baik Domestik maupun mancanegara akan merasa nyaman ketika berkunjung ke Padar Tradisional Lombok.
Pasar Tradisional Lombok tentunya harus kita jaga dan selalu berusaha untuk dilestarikan, mengingat semakin maraknya pusat-pusat perbelanjaan yang mengambil tema Modern yang tentunya sedikit akan mempengaruhi kontribusi dari pasar tradisional, dan tentunya akan meningkatkan tingkat pengangguran masyarakat, sehingga dengan demikian pasar-pasar tersebut lambat laun akan musnah. Untuk itu mari kita jaga apa yang menjadi milik kita, karena maju tidaknya suatu bangsa itu akan terlihat dari budaya dan tradisinya.


