Minggu, 26 April 2015

Pasar Tradisional Lombok

Pasar Tradisional Lombok tidak jauh berbeda dengan pasar-pasar di daerah lain yang tentunya menyuguhkan segala macam keperluan dan kebutuhan hidup masyarakat. Tidak jarang masyarakat lebih memilih untuk pergi kepasar tradisional Lombok dari pada ke tempat lain. 

Post Modernisasi membuat belakangan ini Pasar tradisional Lombok menjadi tranding topik baik di media sosial maupun surat kabar, dikarenakan demi menyambut pulau Lombok yang mendapatkan urutan kelima untuk kategori pulau yang menjadi tujuan wisata membuat Pemerintah Daerah merenkvasi beberapa Pasar Tradisional yang dianggap memiliki nilai jual bahkan diperkirakan akan dikunjungi sebai tempat membeli sovenir khas pulau Lombok bahkan kuliner Lombok. 

Keberadaan Padar Tradisional Lombok juga memberikan gambaran tentang kearipan lokal masyarakat (suku sasak) yang menetap di gumi Sasak. Dimana di sini masyarakat mengedepankan nilai kegotong royongan dan sistem among guna meringankan beban sesama, hal ini tentunya akan menjadi nilai lebih dan tentunya sikap yang perlu sekali kita berikan spresiasi kepada masyarakat tentunya. Karena dengan demikian para wisatawan baik Domestik maupun mancanegara akan merasa nyaman ketika berkunjung ke Padar Tradisional Lombok. 

Pasar Tradisional Lombok tentunya harus kita jaga dan selalu berusaha untuk dilestarikan, mengingat semakin maraknya pusat-pusat perbelanjaan yang mengambil tema Modern yang tentunya sedikit akan mempengaruhi kontribusi dari pasar tradisional, dan tentunya akan meningkatkan tingkat pengangguran masyarakat, sehingga dengan demikian pasar-pasar tersebut lambat laun akan musnah. Untuk itu mari kita jaga apa yang menjadi milik kita, karena maju tidaknya suatu bangsa itu akan terlihat dari budaya dan tradisinya. 

Rabu, 22 April 2015

Gendang Belek Lombok Nusa Tenggara Barat

Lintas Jaman, Berbicara tradisi yang beragam di gumi Lombok tentunya tidak bisa lepas dari pengaruh kebudayaan Bali dan Jawa, oleh sebab itu kerap kali kita menemukan bahkan mengalami kesulitan untuk membedakan antara Bali dan Lombok, tetapi pada dasarnya sebenarnya berbeda dari segala aspek. 

Gendang Belek Lombok Nusa Tenggara Barat yang merupakan salah satu musik tradisional Lombok dimana alat musik ini terdiri dari dua gendang yang ukurannya besar dengan diameter 60 cm, yang terdiri dari gendang Lanang (laki) dan wadon (perempuan). 
Gendang belek dahulu berfungsi sebagai gendrang iting-iringan pasukan kerajaan yg akan menuju medan perang, kmudian sekarang digabungkan dengan instrumen alat musik lainnya dan kemudian menjadi musik yang berfungsi sebagai arak arakan pengantin atau tamu-tamu penting. 

Keberadaan Gendang Belek Lombok ini tentunya bukan sesuatu hal yang baru lagi bagi destinasi pariwisata yang ada di pulau Lombok, tetapi merupakan budaya yang secara turun temurun, yang tentunya memberikan gambaran tersendiri tentang segala hal yang ada di pulau Lombok. 

Papuk Mihet (nenek jualan pencok)

Post Modernisasi mengakibatkan banyak sekali kejadian yang kerap kali mengalami dampak yang luar biasa terutama pada aspek kehidupan di masyarakat. Kali ini saya ingin mengajak pembaca untuk kembali ke masa di mana saya mengenyang pendidikan sekolah dasar SD, iya salah satu nenek yang bernama papuk mihet, papuk dalam bahasa Lombok merupakan sebutan untuk nenek jompo. Wanita tua ini sllu menunggu kami di pagi hari di gerbang sekolah untuk mrnyuguhkan sarapan pagi berupa pencok (makanan khas suku SASAK). Keseharian wanita itu stiap hari seperti itu, kini di masa modern jarang bahkan sulit sekali menemukan sosok seperti dia.